Posted On January 17, 2012

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Pastinya udah pernah baca (atau minimal tau lah yaa) buku seri Goosebumps kan? Iyaa lah yaa.. di tempat saya menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja yang terbilang terpencil aja ada. Hehe. Yup, dulu saya sempat lomba-lombaan sama teman untuk membaca seluruh seri ini sampai tamat. Nah, di tengah-tengah kejayaannya waktu itu, Goosebumps mengeluarkan varian lain.. itu lho yang seri Pilih Sendiri Petualanganmu !

 

googsebumps1

 

Dulu saya ngga pernah berpikir serius tentang yang namanya hidup, jalan hidup, dan panggilan hidup. Tapi emang benar, pengetahuan itu layaknya candu. Makin banyak yang kita ketahui, maka muncul keinginan yang semakin besar untuk mengetahui lebih banyak. Dulu, saya berpikir kalau yang namanya hidup itu emang udah di tangan Tuhan sepenuhnya. Tuhan yang menciptakan kita dan pastinya Dia sudah merancang seluruh kehidupan kita dari awal hingga akhirnya. Okay, I accept that. Tapi kemudian, saya jadi berpikir, kalau Tuhan itu menganggap manusia itu sedemikian berharganya di mataNya, masakan kita hanya seperti boneka yang ‘bermain’ sesuai rancanganNya? Mungkin memang benar ada yang namanya kehendak bebas, di mana Tuhan memberikan manusia untuk menentukan pilihan. Tapi, itu pun janggal.. karena menurut saya sedikit mengecilkan otoritas Tuhan.

Lalu, seperti apa sih hidup itu sebenarnya? Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memilih seri buku ”Goosebumps : Pilih Sendiri Petualanganmu” sebagai ilustrasi yang menurut saya paling mendekati. Tuhan layaknya sang R.L. Stine, sang penulis buku, yang membuat segala rancangan terkait dengan jalan hidup manusia. Benar, Ia mnegetahui seluruh jalan dan rancanagn itu dari awal hingga akhirnya. Lalu, apalah kita manusia ini? Kita layaknya pembaca yangmenelusuri halaman demi halaman, yang kemudian harus memilih salah satu dari jalan yang dirancangkanNya untuk kita. Kita memang bisa memilih, tapi pilihan-pilihan itu merupakan pilihan terbatas. Mungkin rasanya tidak terbatas bagi kita, mengingat ada begitu banyak kemungkinan yang dapat terjadi dalam hidup. Tapi, buat Dia yang tak berbatas, pilihan-pilihan itu seluruhnya ada dalam rencanaNya.

 Almighty God..

 

Olahraga, yuuk !

Posted On January 14, 2012

Filed under My life

Comments Dropped 2 responses

Salah satu hal yang jadi jarang sekali saya lakukan semenjak bekerja adalah berolahraga. Berolahraga yang ngga sekedar goyang2 kaki atau goyang2 badan doang yaa. Seringnya, cuma jalan muterin mall sampai kaki mau lepas rasanya. Badan bukannya jadi bohay, eh kaki yang malah makin bohay (*alias berkonde). Tapi itu juga udah cape, lho.

Nah, ternyata banyak banget akibat2 terselubung dari jarang berolahraga ini.

Badan sering pegal2 geje.

Cepat cape.

Cepat ngantuk.

Cepat ngos2an.

Cepat sakiiit. Hiks.

Lemak menumpuk di bagian-bagian yang tidak diinginkan.

Mengerikan, bukaan? Itu masih efek2 yang terlihat cepat aja. Belum efek2 akumulatifnya..

Dan akhirnya saya memutuskan untuk berolahraga lagii. Sebenarnya, di tempat tinggal saya ada kolam renang. Tapi, katanya si buat penghuni salah satu tower aja. Yah udah deh, nyeraah. Mana tempat renang di sekitar sini tuh kalo ngga kemahalan, joroknya juga ngga nanggung2. Kemarin, pas lagi nemenin temen beli makan, eh bapak penjaganya nawarin renang di situ. Ah, akhirnyaa !

Dengan persiapan seadanya, sayapun menuju kolam renang. Wuaaah, kolam renangnya baguss. Bersih pula. Ntah emang baru dibersihin atau emg jarang yang menggunakan yaa..

tampak sampingtampak atas

Sayapun berkecipak-kecipuk dari pukul 6 hingga 7 sore. Asyik, deh! Pertama renang si, leher rada pegal.. mungkin karena kurang olahraga kali yaa. Lama-lama, udah enakan. Malah sampai lupa berhenti kalo ngga nyadar itu udah malam :D

Habis berenang, pastinya capek. Laper. Tapi, badan kerasa segaar. Kulit jadi ngga kusam (ini kyknya sugesti deh..).  Syukur, menghindari penyakit-penyakit macam flu. Ah, sayapun berjanji dalam hati akan sering2 renang. Hitung-hitung membayar puluhan jam yang saya habiskan duduk di depan komputer. Hehe.

Posted On January 4, 2012

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Hingga tanggal 4 ini, semangat tahun baru masih menghinggapi saya..

 

wajah 2011wajah 2012

 

 

Seperti sebelum-belumnya, a fresh beginning is a fun way to start something. Selalu ada perasaan excited di awal sesuatu.. seperti ketika akan membubuhkan tulisan untuk pertama kalinya di sebuah buku cantik. Sayangnya, perasaan excited ini cepat hilang ketika menemui kesulitan atau merasa tidak ada perubahan yang terjadi di sekeliling. Hal tersebut sering sekali terjadi pada saya. Karena itu, saya berusaha ‘memperpanjang’ excitement ini dengan melakukan beberapa hal baru.. buat nambah semangat. Salah satunya membeli agenda baru. Lumayan mahal si, tapi okee deh.

diary 2012 gambar batik Madura ceunah

halaman pertama

Contoh lainnya adalah cubicle saya. Ini sekilas gambarnya. Sekilas, semua kebutuhan udah ada di meja ini.. laptop, agenda, alat tulis, minuman, dan snack. Tapii.. entah kenapa, saya masih merasa kalau cubicle ini sepii banget. Sampai tulisan ini dibuat, saya masih memikirkan improvement apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan ini (ceileeh..). Any idea?

cubicle sayasepinyaah..

 

Perubahan-perubahan seperti ini masih terhitung minor. Salah satu hal baru yang saya lakukan di tahun baru ini adalaaaaah.. pergi ke dokter gigi. Hahaha. Mungkin emang konyol, tapi sedari kecil saya selalu merasa takut sama yang namanya dokter gigi. Rasanya mau mati deh kalo udah menghirup aroma-aroma klinik dokter gigi :S

 Tapi, setelah mengumpulkan segenap keberanian dan pengetahuan (dokter giginya saya googling dulu.. maklum anak rantau), saya memberanikan diri masuk dan mendaftarkan diri ke klinik bergambar gigi itu. Waktu menunggu, saya udah mencari beribu alasan untuk pura-pura membatalkan janji dokter giginya. Hahaa. Untung ada yang menemani (dan mencegah saya untuk lari). Akhirnya, nama saya dipanggil. Dag dig dug plus keringat dingin bercucuran. Bayangan saya adalah dokternya pendiam, langsung mengerjakan ‘tugasnya’, dan voila! Selesai! Untungnya, tidak demikian. Dokternya udah berumur (dan berpengalaman sepertinya), cerewet, tapi baik hati. Dia mengambil waktu buat ngejelasin a hingga z tentang perawatan gigi. Pertama kali ngelihat gigi saya, dojternya udah tau kalo saya sering sakit kepala dan pegal-pegal di sekitar leher. Lho kok? Ternyata, itu penyebabnya karena gigi saya ada yang tumbuh menyamping. Hiiii. Moral dari cerita ke dokter gigi antara lain adalah sebagai berikut.

 1) jangan menunda-nunda untuk ke dokter gigi. Kalau udah bolong dikit, mending langsung ke dokter gigi. Paling mahal Cuma habis 400k, tapi udah dengan jaminan 5-10 tahun ngga bakal bolong lebih lanjut. Kalau bolongnya udah parah, biaya perbaikannya bisa sampai 2000k per giginya ! Alamakjaaaang..

 2) Kalau ada masalah tentang soal spesifik, misalnya dokter gigi ini, ya langsung tanya pakarnya. Ngga usah terlalu banyak mendengarkan tetangga yang bilang ngga per ke dokter, atau mendengarkan teman yang bilang sakit banget kalo ke dokter. Tiap bidang itu pasti ada pakarnya. Pilihannya adalah kita mau jadi pakarnya (dengan menguasai ilmu tersebut) atau ya tanya langsung ke pakarnya. Jangan gampang percaya sama hoax.

 3) Kesehatan itu juga investasi, lho. Mungkin kita terkadang sayang mau ke dokter karena biaya yang dokeluarkan cukup mahal. Tapi percaya deh, apa yang kita tabur ya itu yang akan kita tuai. Mungkin emang harus ngeluarin usaha dan materi buat menjaga kesehatan. Tapi pengorbanan itu sebanding kok dengan kenyamanan dan kesehatan yang memungkinkan kita melakukan lebih banyak hal.

 4) Apa yang sudah lewat, sudah tak perlu disesali lagi. Prevention is important, yes. Tapi, kalo sudah tidak mungkin lagi mencegah, ya sudah dihadapi saja. “Yang penting bagaimana merawat yang ada sekarang,” kata bapak dokter giginya. Saya tipe orang yang lumayan sering menyesal berkepanjangan. Seandainya saja begini, seandainya saja begitu.. tapi itu ngga membawa saya ke manapun ! Lebih baik melangkah maju dengan terseok-seok daripada tinggal meatapi diri :p Hahaa.. tulisan ini udah banyak penyimpangannya.. dari agenda, cubicle, sampai ke dokter gigi. Tapi, tak mengapalah. Yang penting ada benang emasnya.. yaitu saya :p

Tulisan ini saya tutup dengan gambar ini.

amplop

Yap, pulang kerja ternyata di bawah pintu saya ada amplop itu ! kartu Natal dari sahabat saya yang baik hati, Ernestasia Siahaan. So sweeet. Udah jaraaang banget dapat kartu Natal, yang pastinya punya arti lebih mengingat ada effort dan ketulusan yang terlihat dari tulisan tangan. Terimakasih yaa Ernestoo :*

kartu Natal 3D lucuu..
Sekian dulu cerita kali ini. Sampai bertemu di lain hari ;)
 
Cheer UP !
 

Ganti Tahun !

Posted On January 1, 2012

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Well.. jarang-jarang nulis di blog dalam jeda sesingkat ini dari tulisan sebelumnya.. Karena tahun baru, gpp lah.

Tidak seperti biasanya, hari pertama dalam tahun baru kali ini saya habiskan di kantor. OMG. Lama-lama saya jadi freak sendiri. Sebenarnya, ada pilihan untuk menghabisakan hari libur kedua terakhir ini di rumah, di mall, atau di tempat lain. Tapi, entah kenapa malah kaki ini saya langkahkan kemari. Hmm.. pengen kerjaan (sedikit) berkurang sebenarnya. Pengen liburan yang benar-benar ngga perlu mikirin kerjaan di kantoor :’(

Pss pertama sampai di kantor, sudah ada list aplikasi yang akan saya testing.. sekitar 3-4 aplikasi. Tapi yaa gitulah, banyak hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Penambahan library, folder library, proses versioning, deelel malah menghabiskan waktu. Dan alhasil aplikasi yang statusnya bisa OK hari ini hanya 1. Padahal, udah dibela-belain masuk hari Minggu. What a life . . .

Tentunya sering banget hal seperti ini terjadi di kehidupan kita. Kita, manusia, sudah dengan penuh perencanaan, merencanakan ini itu. Tapi, hal-hal tak terduga sering muncul menjadi penghalang. Kayak gini tak urung membuat kita jd ngga semangat, bete, bahkan sampai meragukan kemampuan diri sendiri. Pengalaman seperti ini di awal tahun mengingatkan saya untuk melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan. Jika Tuhan berkenan.. maka saya boleh berencana ini dan itu. Berencana tidak ada salahnya, asalkan digumulkan bersama Tuhan. Lalu, jika gagal? Ya, tidaklah mengapa juga. Asal, sudah berusaha yang terbaik. Semoga tulisan ini akan saya baca dan hidupi di saat-saat sulit dan senang dalam 2012 ini. Semogaa ;)

Happy New Year, all !

 

 

 

Witing tresno jalaran soko kulino

Posted On December 29, 2011

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Call me irresponsible, karena sudah mencatut bahasa daerah semena-mena, padahal Jawa pun saya bukan. ‘Witing tresno jalaran soko kulino’ merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yang artinya cinta tumbuh karena terbiasa. Eits, apakah saya akan membahas tentang dunia cinta-mencinta dua insan hari ini? Sayang sekali, belum saatnya :p

Tidak terasa, sudah hampir 8 bulan saya menjalani kehidupan bekerja. Sudah pernah berjanji sebelumnya ke seseorang untuk menulis tentang kehidupan pekerjaan ini.. dan baru hari ini bisa dipenuhi. Jadi, demikianlah hidup. Lulus kuliah bulan April dan pada bulan Mei ‘dipanggil’ untuk bekerja di rimba besi Jakarta. Bandung-Jakarta kini memang terasa delat berkat jalan tol, tapi kehidupan di Bandung dan Jakarta, percayalah, tidak ‘sedekat’ itu bedanya.

Kuliah di jurusan IT -> Teknik Informatika sebenarnya tidak membuat saya yakin untuk mengambil tawaran pekerjaan yang masih cukup dekat dengan komputer-dan-kroni-kroninya. Baru aja selesai kuliah dengan penuh perjuangan (<- karena malas), membuat saya pengen mencoba bidang lain. Yaah, kurang lebih seperti yang ditawarkan oleh program-program MT. Tapi ya itu, ada kalanya kita mengambil keputusan tanpa disadari. Atau hanya saya saja yaa. Tak dinyana tak diduga, saya udah tanda tangan kontrak selama 2 tahun sebagai System Analyst dan duduk manis di ruangan training mendengarkan instruktur menerangkan tentang software engineering, basis data, pemrograman, deelel. What a life.

Nah, di tempat kerja sekarang (sebut saja AHM), harus menjalani program OJT terlebih dahulu. OJT berbentuk in-class training ini cukup mengasyikkan.. bukan hanya pelajarannya (what?), tapi juga teman-teman sekelas juga sangat menyenangkan. Bermacam karakter muncul dan bercampur jadi satu di ruangan training itu. Ada yang pendieem, ribuuuut, bawel, dewasa, sensian, suka menabung, baik hati, jago sales, suka becanda, ke-bapak-an, ke-ibu-an, ke-tante-an, ke-om-an, ke-ponak-an, dan lain-lain. Udah berasa jd keluarga juga lama-lamaa. Ada kalanya emang bertengkar atau ngambekan, tapi so far so good lah. Dan ternyata kebiasaan di jurusan terulang lagi : berangkat pagi, depan komputer seharian, sesorean, pulang malam.. Bersyukur banget di sinii kalo bisa pulang kantor dan menikmati matahari sore.. Aiih, senangnyaa. Di sini saya makin mengerti kenapa Java dan antek-anteknya punya logo berkaitan dengan kopi atau cangkir kopi. Memang perlu kopi kalau mau lama-lama bermain (baca : begadang) dengan Java, Jdev, atau semacamnya -______-

Bulan Oktober lalu, kami resmi diangkat menjadi pegawai tetap. Alhamdulilah yaa, sesuatu bangeet.. Soalnya acara pengumumannya diselenggarakan di sebuah hotel di Bandung.. di mana bisa ngerasain kolam renang dan sauna.. asiknyaaa. Dan itu menandai bagian-asyik-kedua dalam masa-masa di sini. Kami mulai dibagi-bagi ke departemen-departemen berbeda. Kebenaran, saya ditempatkan di Application Management.. yaa, jadi analyst juga. Lantas apa yang saya kerjakan di sini?

Seperti namanya, bagian yang ini mengurusi aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh perusahaan. Pekerjaan yang paling terlihat adalah menjadi analis aplikasi : melakukan analisis kebutuhan, membuat spesifikasi program, unit testing, serta mengurusi dokumen-dokumen yang berkaitan dengan aplikasi. Kedengarannya simpel.. tapi ternyata tidak juga. Pekerjaan ini ternyata butuh tingkat ketelitian dan detail yang tinggi.. yang mana saya masih perlu banyak belajar. Pada awalnya si bosan dan cape karena harus belajar prosedur-prosedur baru, teliti sana-sini, mikirin query, testing, dokumen.. Ada kalanya, di jam-jam bodoh (larut malam), merasa merana sampai mau teriak-teriak kalo kerjaan ngga beres-beres juga :D

Untungnya, masih banyak orang-orang yang mau membantu. Masih banyak orang yang, walaupun kerjaannya juga segunung, masih mau meluangkan waktu dan pikiran untuk saya. Terlebih, masih ada teman kuliah baik hati (sebut saja namanya Ostin), yang mau membantu dan mengajari banyak hal, walaupun kadang-kadang kena semprot juga saya :p

Sepertinya memang benar. Terkadang cinta itu bisa tumbuh karena sudah terbiasa. Sepertinya memang benar. Terkadang, butuh paksaan dan tekanan untuk membuat kita menyadari sesuatu. Ternyata, saya cukup menikmati pekerjaan ini.. dan memang harus demikian. Sayang banget hidup ini kalo ngga menyukai sesuatu yang dilakukan 5 hari (pergi pagi-pulang malam) dalam seminggu dan hanya menunggu waktu liburan yang cuma 2 hari dalam seminggu itu. Do what you love and love what you do ;)

Witing tresno jalaran soko kulino.. Masih memupuk ‘cinta’ itu biar bisa tumbuh dengan subur. Hehe. Semogaa deh. Makin cinta kantor, makin cinta pekerjaan, dan pastinya makin cinta Tuhan di atas segala-galanya. Oh iyaa, dan tidak lupa :

Cinta HONDA PGM-FI, Cinta Indonesia !

*slogan honda yang entah udah brapa lama mangkal di background desktop saya, dan (parahnya) kemudian baru tau artinya beberapa hari lalu dari iklan TV*

Posted On August 6, 2011

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Superb ! Hari ini saya habiskan seorang diri di rumah saja.. Oke, emang ngga sepenuhnya sendiri.. ada yang dateng buat ngerecokin dikit sii. hehehe. Tapi overall, yah emang sendiri. Sempat mikir, yah ampun sedih banget ansos gini yak.. Duduk, nonton TV, makan.. berasa ngga penting banget kegiatan menyendiri di rumah kayak gini.

Tapi ternyata oh ternyata, sendiri itu ngga cuman menghasilkan kesendirian a.k.a loneliness. Kesepian, iya. Berasa ansos, iya. Kemudian menyadari kalau semuanya emang berasal dari dalam. Mau ada begitu banyak orangpun, kalau emang ngerasa sepi ya sepi lah jadinya. Sebaliknya, kalo emang kesepian itu ngga berasal dari dalam, sendiri pun ngga akan cuma menghasilkan loneliness. It’s a way into solitude. Mengutip kata-kata Paul J. Tillich, “Language has created the word “loneliness” to express the pain of being alone.. and it has created the word “solitude” to express the glory of being alone.”

Di dalam ‘solitude’ ini, banyak hal yang bisa saya pikirkan, rasakan, renungkan. Kembali mempertanyakan hal-hal yang selama ini saya jalani. Merasa kalau mungkin selama ini saya terlalu sibuk dengan diri sendiri, lupa dengan sekitar. Merasa kalau saya masih terllau banyak khawatir, lupa bergantung kepadaNya. Merasa kalau sering melupakan kehadiran ‘Invisible Hand’ yang mengatur seluruh semesta, tanpa terkecuali diri saya.

Lord of the universe, hope of the world,
Lord of the infinite eons of time,
You came among us, you lived our brief years,
tasted our griefs, our aloneness, our fears
,
conquered our death, made eternity ours..

Savior, we worship you, praise and adore;
help us to honor You more and yet more,
help us to honor You more and yet more!

Hymne itu mengiringi perenungan saya. seperti hymne-hymne pada umumnya, dengan kata-kata yang singkat tapi mampu mengungkapkan makna yang mendalam.. Dia tahu kedukaan, kesepian, dan ketakutan yang saya rasakan.. Dan dalam sekejap, saya tidak merasa sendiri lagi ;)
Thanks God.. help us to honor You more and yet more.

15-21

Posted On March 25, 2010

Filed under 1

Comments Dropped 3 responses

You take a deep breath, and you walk through the doors

It’s the morning of your very first day

You say ‘hi’ to your friends you ain’t seen in a while

and try to stay out of everybody’s way

It’s your freshmen year

And you’re gonna be here for the next 4 years in this town

Hopin’ one of those Senior boys will wink at you and say ‘I haven’t seen you around before’

‘Cause when you’re fifteen, somebody tells you they love you

You’re gonna believe them

and when you’re fifteen , feelin’ like there’s nothin to figure out

and when you’re fifteen, don’t forget to look before you fall

Count to ten, take it in..

This is life before you know who you’re gonna be.. fifteen.

You sit in class next to red-head Abigail

and soon enough you’re best friends, laughi’n at the other girls who they think they’re so cool

We’ll be out of here as soon as we can


But in your life you’ll do things

Greater than dating the boy on the football team

But I didn’t know it at fifteen


When all you wanted was to be wanted

Wish you could go back and tell yourself what you know now

Back then I swore I was gonna marry him someday

But I realized some bigger dreams in life

and Abigail gave everything she had to a boy who changed his mind

and we both cried..

I’ve found time can heal most anything, and you just might who you’re supposed to be

I didn’t know who I was supposed to be at fifteen

Hari ini, seorang sahabat mengingatkan saya, “5 hari lagi loh, Sel..”. Awalnya saya bingung, apa yang akan terjadi dalam 5 hari lagi. Ternyata, 5 hari lagi (kalau panjang umur :p), saya akan tepat berusia 21 tahun. Woww.. tak menyangka saya udah seumur gitu..
(Read More)

9 Desember 2009 ..

Posted On December 9, 2009

Filed under 1

Comments Dropped 6 responses

9 Desember 2009. Hari anti-korupsi sedunia, ceunah. Eh, ada sedunianya ngga yaa? Ngga tau deh. Mmm. Sebenarnya saya agak lupa si kalo hari ini tanggal 9 Desember. Kirain saya kemarin tuh tanggal 9, trus sekarang berarti tanggal 10. Hueeeeee. Yah, mungkin efek dari keansosan sehingga terjadi disorientasi waktu pada otak saya >.<

Mulai dari kemarin hingga hari ini, berkali-kali saya mendapat sms yang isinya serupa dari Mama : “ngga usah ikut2an demo..”
Awalnya si saya masih senyam-senyum saja baca sms gitu. Tapi makin lama, makin sering, dan akhirnya saya mulai males jugaa. “Apa sii Mama kok ngga percayaan banget yaa.. Dibilangin juga saya udah rada males ikut gituaan ..”
Yah, mungkin karena dulu saya termasuk sangat tomboy dan sering temenan sama cowo2, jadinya Mama mikir saya bakalan gampang buat diajak gituan. Ckckckck..

Soal gerakan mahasiswa, saya termasuk orang yang konservatif. Saya setuju2 aja dengan aksi mahasiswa, selama itu bermakna, bersifat membangun, dan ngga anarkis. Toh, itu memang jadi salah satu cara untuk menyuarakan hati nurani mahasiswa yang mungkin masih dipandang sebelah mata oleh banyak pihak.

Namun, di lain pihak, mungkin mahasiswa juga perlu berkaca sebelum melakukan demo atau protes sana-sini. Sebelum mendemo para koruptor misalnya. (Read More)

Kangen

Posted On December 1, 2009

Filed under My thougths

Comments Dropped one response

Ngga terasa, udah bulan Desember ternyata. Heuu. Desember selalu mengingatkan kalo setahun lagi hampir berlalu. Lalu, ketika membuka kembali jurnal harian dan mengintip bagian resolusi.. dududu. Kok kayakny masi banyak yang ngga terwujud lagi yaa tahun ini?? Tanya kenapa ..

Salah satu keinginan saya yang nampaknya sulit untuk terwujud adalah natalan bareng keluarga di tahun ke-4 ini. Padahal lagi kangen berat. Heuu. Mana kemarin baru saja nonton film natal “Christmas Carol”.. makin pengen pulaang rasanya :(

Kangen rumah.

Rumah kayu yang cukup luas untuk bermain kejar-kejaran dengan adik-adik.Tangga bercat coklat yang dulu saya pernah jatuh terguling-guling di atasnya, sampai kehilangan 2 gigi susu.. Sofa coklat yang di ruang tamu yang biasa jadi tempat bermanja-manja dengan Mama. Lantai kayu yang berderak tiap kali saya melangkah. Si Digitec yang jadi saksi berantemnya seluruh keluarga demi menonton acara kesukaan masing-masing – Mama yang ingin nonton infotainment, Papa yang mendewakan siaran berita, Tina yang mengidolakan Spongebob atau kartun lainnya, Julian yang mau nonton apa-saja-yang-Tina-ngga-suka, dan saya yang biasany memilih untuk ngikut saja dengan Mama atau Tina. Remote Digitec yang jadi saksi bisu kemenangan Papa biasanya. Kamar tidur berempat karena ngga ada yang berani tidur sendiri, kecuali si Papa. Dapur tua tempat kami biasanya makan malam bersama dan mengoceh tentang berbagai hal.

(Read More)

Posted On September 29, 2009

Filed under My soundtrack

Comments Dropped 3 responses

Lagi nyoba-nyoba ngerjain salah satu tugas dengan tampang desperado, ditemani si media player yang terus bernyanyi sepanjang malam., lalu dengerin lagu yang satu ini. Liriknya oke juga ternyata. Cukup menyemangati di tengah2 minggu dengan deadline2 yang tampak mustahil untuk dipenuhi. Fiuuuuhhh.

Landlords knocking at my door cussing me out..
Got laid off my job the night before,
can’t figure how I’m gonna fix tomorrow away.
If today’s still a mess,
can u tell me what’s the point man?
It all seems meaningless;
I wish that I could step away and breathe.. (Read More)

Next Page »